Saat terjauh antara kamu dan ibu adalah saat kamu melupakan kebaikan hati ibu. Bukankah begitu?
Kita selalu ingat Ibu saat kangen dan butuh Ibu. Tapi kita jarang ingat Ibu saat Ibu butuh dan kangen kita.
Ibu yang selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, kan?.
Ibu, detik-detik terakhirmu menghembuskan nafas adalah momen terberatku.
Segala bimbinganmu, tak akan pernah kulupakan dan akan selalu kujadikan pemandu hidupku, Ibu!
Ibu, dibimbingmu adalah anugerah terhebat! Terima kasih ibu!
Ibu selalu lebih tahu kita daripada kita sendiri.
Ibu adalah bumi untuk surga kehidupan. Menancapkan sari pati kehidupan
dengan bahasanya sendiri. Usap lembut tangannya tak akan pernah lekang
dan menghilang. Saat bertemu titik nadir kehidupan maka bahasa Ibu lah
yang akan berbicara. Naluri seorang Ibu akan senantiasa mendorong
anaknya bangkit dari lembah terbawah bumi ini. Ibu adalah kekuatan maha
dahsyat.
Sejatinya saya tak cukup faham untuk memahami hati dan perasaan seorang
perempuan, sekalipun perempun itu bernama ibuku yang telah melahirkan 26
tahun silam. Ibu terlalu mulia, hampir tak pernah melihat kesedihan
terpancar walaupun gamang sedang menerpanya. Ibu adalah terindah,
tersenyum sekalipun keadaan memaksanya untuk lara.
Tatkala malam menjelang saya suka memimpikan Ibu membawa secangkir untukku.
Tergopoh-gopoh dibuatnya hanya untuk menyenangkan anaknya. Tapi tak
apalah, banyak kisah yang menerangkan kehebatan dan kesabaran seorang
Ibu. Mencarikan anaknya uang untuk biaya sekolah sampai mengais rejeki
dipinggir jalan raya umum untuk anaknya bisa meminum segelas susu. Ibu
terlalu perkasa sekalipun renta. Energinya masih kalah jauh dengan
anak-anaknya, tapi itulah Ibu, senantiasa membumi, menyusui, merangkul
segenap cinta tanpa Ia sadari bahwa Ia telah rapuh dan lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar