Blogger Widgets

Kamis, 12 November 2015

Sosok Ibu Adalah Pahlawan Bagiku

Mungkin di dunia ini tak ada yang pernah memahami hati dan perasaan seorang Ibu itu seperti apa, kecuali dia seorang perempuan yang pernah melahirkan. Dalam kesempatan kali ini ijinkan saya untuk berurai kata tentang sosok seorang Ibu.

Saat terjauh antara kamu dan ibu adalah saat kamu melupakan kebaikan hati ibu. Bukankah begitu?
Kita selalu ingat Ibu saat kangen dan butuh Ibu. Tapi kita jarang ingat Ibu saat Ibu butuh dan kangen kita.
Ibu yang selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, kan?.
Ibu, detik-detik terakhirmu menghembuskan nafas adalah momen terberatku.
Segala bimbinganmu, tak akan pernah kulupakan dan akan selalu kujadikan pemandu hidupku, Ibu!
Ibu, dibimbingmu adalah anugerah terhebat! Terima kasih ibu!
Ibu selalu lebih tahu kita daripada kita sendiri.

Ibu adalah bumi untuk surga kehidupan. Menancapkan sari pati kehidupan dengan bahasanya sendiri. Usap lembut tangannya tak akan pernah lekang dan menghilang. Saat bertemu titik nadir kehidupan maka bahasa Ibu lah yang akan berbicara. Naluri seorang Ibu akan senantiasa mendorong anaknya bangkit dari lembah terbawah bumi ini. Ibu adalah kekuatan maha dahsyat.
Sejatinya saya tak cukup faham untuk memahami hati dan perasaan seorang perempuan, sekalipun perempun itu bernama ibuku yang telah melahirkan 26 tahun silam. Ibu terlalu mulia, hampir tak pernah melihat kesedihan terpancar walaupun gamang sedang menerpanya. Ibu adalah terindah, tersenyum sekalipun keadaan memaksanya untuk lara.
 
Tatkala malam menjelang saya suka memimpikan Ibu membawa secangkir untukku. Tergopoh-gopoh dibuatnya hanya untuk menyenangkan anaknya. Tapi tak apalah, banyak kisah yang menerangkan kehebatan dan kesabaran seorang Ibu. Mencarikan anaknya uang untuk biaya sekolah sampai mengais rejeki dipinggir jalan raya umum untuk anaknya bisa meminum segelas susu. Ibu terlalu perkasa sekalipun renta. Energinya masih kalah jauh dengan anak-anaknya, tapi itulah Ibu, senantiasa membumi, menyusui, merangkul segenap cinta tanpa Ia sadari bahwa Ia telah rapuh dan lelah.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar